Beasiswa New Zealand-ASEAN Scholars Awards (NZ-AS) ini dibuka untuk negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, untuk melanjutkan studi pasca sarjana program master dan doktor di Selandia Baru penerimaan tahun 2013.
Level: Program S2 dan S3 (Master dan PhD)
Studi di: New Zealand
Bidang Studi: Pertanian, Energi Terbarukan/Renewable Energy (panas bumi), Manajemen Resiko Bencana (disaster risk management)
Kuota: 170 untuk ASEAN, untuk pelamar dari Indonesia hingga 50 orang.
Batas Pedaftaran: 11 April 2012
Perkuliahan: Tahun Ajaran 2013
Beasiswa ini adalah kontribusi dari pemerintah Selandia Baru melalui kementrian luar negeri dan perdagangan (MFAT) untuk membantu pembangunan di wilayah ASEAN dalam bentuk pemberian beasiswa. Beasiswa ini akan diberikan kepada 170 pelamar dari negara-negara ASEAN dimana 50 diantaranya khusus untuk pelamar dari Indonesia setiap tahunnya.
Negara-negara yang bisa ikut program beasiswa ini adalah: Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, Vietnam
Beasiswa New Zealand-ASEAN ini adalah beasiswa penuh waktu (full-time study) di salah satu institusi pendidikan dari institusi yang dipilih. Berikut ini adalah universitas-universitas yang memenuhi syarat untuk mengambil studi dengan program beasiswa ini:
Persyaratan:
Pelamar perseorangan harus memenuhi syarat berikut untuk menerima beasiswa NZ-AS
Pelamar juga harus memenuhi kriteria umum sebagai berikut:
Target kandidat dari program ini adalah pelamar dari:
Waktu
Batas Aplikasi: 11 April 2012
Informasi Kandidat yang akan diwawancarai dan tes IELTS (jika diperlukan): Agustus atau September
Pengumuman Kandidat yang lolos: September atau Oktober
Persiapan keberangkatan dan pelatihan bahasa Inggris: Januari 2013
Informasi Kontak Jika ada pertanyaan mengenai beasiswa ini, silakan tanyakan langsung kepada pihak yang bersangkutan dibawah ini:
PT Austraining Nusantara (PTAN), the managing service contractor for New Zealand-ASEAN Scholars Awards in Indonesia
PT. Austraining Nusantara (PTAN)
PO BOX 1808
JKP 10018
Tel: 021-5292 0810
Fax:Â 021-5292 0818
Email:nzas.info@cbn.net.id
Website: www.nzembassy.com/indonesia
Facebook: www.facebook.com/nzembassyindonesia
Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet :
I. Menggubah setting bandwith Pada windows
Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
II. Gunakan DNS dari OpenDNS untuk koneksi internet yang lebih cepat dan lebih aman.
III. Jika menggunakan Browser Firefox gunakan add on Fasterfox, bisa di download disini. Fasterfox adalah sebuah add on yang berfungsi untuk mempercepat koneksi dengan melakukan optimasi pada network dan cache browser. Fungsi dari cache adalah untuk menyimpan data sementara dari website yang kita kunjungi, sehingga ketika kita membuka kembali website tersebut proses loading-nya akan lebih cepat karena datanya telah disimpan di cache.Beberapa optimasi yang dapat dilakukan oleh fasterfox adalah: HTTP pipelining, Memory caching,Disk caching,DNS caching,FastBack caching.
IV. Bagi pengguna Firefox, silahkan pasang Adblock
Fungsinya adalah untuk mem-filter iklan-iklan yang tidak perlu pada saat kita browsing, sehingga proses loading akan menjadi lebih cepat dan maksimal.
Ramadhan, yang terkenal sebagai bulan suci dan disucikan pada hakekatnya adalah momentum pembebasan. Kehadirannya selalu disambut dengan gegap gempita oleh umat Islam seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Berbagai acara dipersiapkan untuk menyambut datangnya tamu agung ini. Mulai dari masjid-masjid, pesantren-pesantren, kuburan-kuburan sampai acara di TV-TV penuh dengan nuansa religius. Meskipun begitu, sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas acara tersebut, pada hakekatnya, hanya sebatas permainan citra (image) dan tanda (sign) belaka. Sehingga makna puasa sebagai kekuatan pembebas (liberating power) dari berbagai penjajahan kurang begitu bergaung.
Konteks Kemerdekaan Indonesia
Dalam konteks Indonesia, puasa Ramadhan ini mempunyai hubungan historis- semiotis dengan momentum kemerdekaan RI. Karena hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Momentum kemerdekaan tahun 2010 ini pun bertepatan dengan bulan Ramadhan. Seolah kita diingatkan oleh sejarah bahwa, dalam konteks Indonesia, antara proklamasi 17 Agustus dengan puasa Ramadhan mempunyai hubungan makna yang signifikan. Apa makna yang menghubungkan kedua momen itu? Jelas:kemerdekaan.
Baik 17 Agustus maupun puasa Ramadhan, dalam konteks Indonesia, adalah dua momentum yang bertemu pada satu titik yakni kemerdekaan. Hanya saja kontek kemerdekaan yang terkandung di dalamnya berbeda. Untuk tujuh belas Agustus, yang merupakan momen terlepasnya bangsa Indonesia dari cengkraman kaum kolonial, adalah cermin dari kemerdekaan fisik. Kemerdekaan dalam konteks ini lebih diorientasikan bagaimana kita tidak lagi ditindas dan dijajah oleh bangsa asing, bagaimana kekayaan alam kita tidak lagi dikuras oleh bangsa penjajah, bagaimana rakyat Indonesia bisa sejahtera, mempunyai papan, sandang dan pangan yang layak dan seterusnya. Semua itu adalah cermin dari kemerdekaan fisik. Meskipun sampai sekarang kemerdekaan itu masih bersifat prosedural dan belum menyentuh pada dimensi substansial.
Sejalan dengan momentum di atas, puasa Ramadhan pada hakekatnya juga mencerminkan spirit kemerdekaan. Namun kemerdekaan yang diusung oleh puasa adalah kemerdekaan jiwa, ruh dan mental-spiritual. Puasa pada hakekatnya adalah kekuatan pembebas (liberating power) dari belenggu penjajahan. Bentuk penjajahan dalam konteks puasa ini adalah hal-hal yang masuk dalam kategori penyakit ruhani, misalnya suka berbohong, berkhianat, suka korupsi, suka maling, arogan, sombong, mau menang sendiri, anarkis, suka bertindak sewenang-wenang dan sebagainya.
Tujuan puasa tidak lain adalah membebaskan jiwa atau hati (qolb) kita dari penyakit-penyakit ruhani itu. Karena dengan terjajahnya hati dari penyakit-penyakit tersebut bisa menjadikan diri seseorang berjalan tidak tabil dan kacau. Kekacauan diri ini berimplikasi pada kekacauan sistem dalam masyarakat, bangsa dan negara. Karena sebuah masyarakat, bangsa dan negara dibangun oleh indifidu-indifidu di dalamnya. Atas dasar ini kita tahu bahwa karut-marutnya kondisi negara kita dan semrawutnya tatanan politik kita sekarang ini adalah karena sistem yang ada dikendalikan oleh indifidu-indifidu yang kacau. Aturan main dan etika yang ada di dalamnya dipegang oleh para politikus yang berotak kotor, berhati busuk dan bermental comberan.
Selama ini para pejabat negara baik yang ada di level legislatif, eksekutif dan yudikatif, cenderung suka bermewah-mewah, hidup hedonis dan glamor. Meskipun rakyatnya banyak yang kelaparan, tidak kuat sekolah dan hidup di bawah kolong jembatan, mereka justru melakukan korupsi berjamaah, berbagi-bagi uang dan berfoya-foya. Eksisnya penyakit-penyakit hati tersebut merupakan indikasi bahwa hati dan jiwa kita masih terjajah.Puasa disyariatkan tidak lain adalah untuk membabat habis mental dan hati yang rusak tersebut.
Menuju Kemerdekaan Yang Kaffah
Dengan demikian, bisa diambil makna bahwa hadirnya Ramadhan yang bersanding erat dengan momentum 17 Agustus tersebut, merupakan seruan kepada bangsa Indonesia untuk menuju kemerdekaan yang kaffah, kemerdekaan yang sempurna dan holistik. Kemerdekaan fisik yang telah diraih itu harus disempurnakan dengan kemerdekaan ruhani. Kemerdekaan yang kaffah itu kita aktualisasikan dalam bentuk pengendalian diri. Karena pengendalian diri ini merupakan bukti bahwa seseorang mampu menguasai nafsunya dan bukan sebaliknya.
Selama ini kita gagal dalam memaknai kemerdekaan. Kemerdekaan kita artikan sebagai budaya yang serba boleh. Kemerdekaan kita pahami sebagai usaha untuk bebas menerabas tanpa kenal aturan dan norma-norma yang ada. Makna kemerdekaan kita distorsikan sebagai kebebasan yang tanpa batas: bebas korupsi, bebas menilap uang negara, bebas menggarong, bebas beringkar janji, bebas menindas, bebas menyeleweng dan seterusnya. Pada hal semua ini adalah wujud kebobrokan hati dan mental-spiritual.
Puasa sebagai pengendalian diri merupakan kekuatan pembebas (liberating power) dari kebobrokan hati dan mental tersebut. Ia pada hakekatnya adalah upaya untuk menuju kemerdekaan kaffah tersebut, kemerdekaan yang tidak hanya lepas dari penjajahan kaum kolonial, tetapi lebih dari itu juga terbebas dari berbagai jeratan penyakit hati. Kemerdekaan ini merupakan wujud kebebasan yang sejati. Kebebasan sejati, seperti kata K. Bartens (2002) mengandaikan keterikatan norma-norma. Bila tingkah laku manusia tidak secara otomatis ditentukan oleh insting (seperti halnya dengan binatang) tapi ia sendiri harus mengatur kecenderungan-kecenderungan alamiahnya, maka ia berarti membutuhkan norma-norma
Jadi kebebasan sejati itu sebenarnya adalah berupa pengendalian bukan pelampiasan. Dan norma-norma inilah yang nantinya berfungsi sebagai alat pengendali.Maka ketika seseorang bisa memenej dirinya dengan norma-norma itu sejatinya bukan berada dalam pengekangan tetapi justru berada dalam ruang kemerdekaan yang sebenarnya, karena dengan norma dan batasan-batasan itu dia bisa menguasai dirinya dan bukan sebaliknya. Karena bisa menguasai diri, maka menjadikan dia leluasa dalam membawa diri.
Maka dalam konteks Indonesia, puasa Ramadhan kali ini harus kita fungsikan untuk menuju kemerdekaan atau kebebasan sejati yakni kemerdekaan atau kebebasan yang di dasari dengan pengendalian diri.
Marhaban Ya.. Ramadhan, Semoga kita menemukan kemerdekaan yang hakiki di bulan yang penuh berkah ini.
MENCETAK GENERASI INDONESIA BERBASIS IT
disampaikan pada acara wisuda 2011
Hasil riset International Data Center (IDC), sampai tahun 2015 kebutuhan tenaga Informasi dan Teknologi (IT) di seluruh dunia mencapai 3,3 juta jiwa. Sedangkan di Indonesia, kebutuhan tenaga IT pada tahun 2010 mencapai 327.813 jiwa. Data ini mencerminkan banyaknya peluang kerja dibidang IT.
Pada kesempatan ini, saya mengingatkan predikat professional adalah simbul keilmuan dan keterampilan. Orang yang meraih pendidikan professional adalah orang berilmu dan terampil dalam suatu profesi. Karena itu, gelar yang telah diraih di satu sisi sebagai cermin prestasi dan keberhasilan, tetapi dari sisi lain merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab.
Gelar profesi bukanlah himpunan huruf-huruf mati tanpa makna, tetapi simbul yang memiliki nilai keilmuan, keterampilan, profesionalitas dan tanggung jawab.
Masyarakat, akan menguji dan menilai kepatutan gelar profesi didasarkan pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan nyata. ??Masyarakat akan mengakui dan menghormati gelar profesi manakala saudara mampu berbuat dan bersikap selaras dengan gelar itu,?? katanya.
bahkan lulusan avm angkatan pertama dan sampai saat ini tidak ada yang mengangur di rumah ketika pulang ke indonesia, semuanya bekerja dan menjadi tenaga professional computer yang handal ini sebagai salah satu bukti kepercayaan masyarakat kepada para lulusan avm hongkong college.
Kepada lulusan diingatkan bahwa hakekat belajar di perguruan tinggi adalah penguasaan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan. ??Saya mengharapkan berakhirnya studi, jangan sampai menghentikan kebiasaan belajar, experiment, riset dan membaca, serta berbagi pengetahuan dengan yang lain ?! Itu pesan dari saya.
speech oleh:Â Bpk Andri Vista Medina
JAKARTA, KOMPAS.com — He didn’t say much in Indonesian, but it was more than enough. Whether thanking his hosts for going to the trouble of making his favorite food or recalling the shouts of street vendors from his childhood, President Barack Obama’s every utterance in a speech Wednesday morning at the University of Indonesia was met with laughter, applause and a swelling feeling that he belonged to this nation of islands.
After two previously planned trips were canceled, Indonesians initially seemed reluctant to get excited about the visit. But all was forgiven once his plane touched down.
“It feels like he’s a brother who disappeared for a long time and then came home,” said Rini Mustika, a 29-year-old secretary, who was at a cafe eating chicken porridge for breakfast when Obama’s speech began on TV. No one seemed to care about U.S. foreign policy or trade or relations between Islam and the West. On this trip back to his boyhood home, the personal — not the political — was king.
“It was so touching when he said, ’Indonesia is part of me.’ And the way he spoke, so calmly, with so much familiarity, I feel like he’s so close to us,” said Ida Syaidah, a 42-year-old housewife who lives on the outskirts of Jakarta.
As the boys played a game in the courtyard of Obama’s old elementary school, the girls ran over to a TV set with the live broadcast — the only place the speech was playing at the Menteng 1 school. They were bursting with the energy that young girls normally reserve for pop idols — and Obama seemed more like a rock star to them than a president.
What would they ask the American president if he had visited his old school, on a side street of a shaded, upscale neighborhood of the capital?   “Can I have your signature?” Qinthara Taqiyyah, 9, asked in English. “Can I take a picture with you?” Audrey Haironisa, 9, added, also in English.
She added that she wanted to ask to visit his house — “the White House,” she recalled after a pause — and play with his daughters, Malia and Sasha.   The students said they were happy Obama was in Indonesia, but would have been happier if he’d come to the school.
With little prompting, they broke into a song written for Obama, singing at the top of their lungs, as if it were a chart-topper.
Jakarta. After a long wait, US President Barack Obama will finally set foot again in Indonesia on Tuesday.
The whirlwind trip that would last less than 24 hours would be highlighted by the signing of the Comprehensive Partnership Agreement first discussed by the two heads of state last year.
“In the declaration of the comprehensive partnership tomorrow, there will be one vision of the future relationship of Indonesia and the United States,” said Dino Patti Djalal, Indonesian ambassador to the United States.
He said that in the past, relations between the two countries were not balanced and focused on one issue only — human rights.
“It should be multidimensional and multisectoral, covering a constructive and dynamic relationship in the fields of security, economy, education, society and culture, people to people contact, science and technology, environment, forestry and others.”
The places the US president is expected to visit are teeming with both Indonesian and American security officials. The walls of the Kalibata Heroes Cemetery have been repainted. Guests of Shangri-La Hotel, where he is expected to stay, have been advised of heightened security.
After Air Force One lands at Halim Perdanakusuma International airport this afternoon, Obama will be whisked to the Presidential Palace, where a bilateral meeting with President Susilo Bambang Yudhoyono awaits him. This will be followed by a press conference and a ceremonial state dinner.
Julian Aldrin Pasha, a spokesman for Yudhoyono, said the palace was preparing nasi goreng and bakso for Obama, who spent four years of his childhood here.
Obama told Yudhoyono by phone in 2008 that he was eager to return to Indonesia for a visit and that he longed for a dish of Indonesian fried rice.
“[Obama] wants to enjoy bakso, rambutan and nasi goreng,” Yudhoyono later told reporters.
On Wednesday morning, Obama is scheduled to visit Istiqlal, the largest mosque in Southeast Asia, and then head to the University of Indonesia in Depok, where he will deliver a much-anticipated speech believed to be addressed to the Muslim world.
Indonesia is the world’s largest Muslim-majority nation but is not an Islamic state.
Obama is then scheduled to visit the Kalibata Heroes Cemetery before heading to Halim Perdanakusuma airport to fly to Seoul for the G-20 meeting.
Sr. Comr. Royke Lumua, head of the Jakarta Police Traffic Directorate, said certain road sections where Obama is expected to pass would be blocked for “five to seven minutes.”
Places Obama will visit would also be closed to the public and 4,000 traffic police officers would secure and manage the traffic.
Though Royke said the US president is expected to take the Jakarta Outer Ring Road to Depok, a helicopter has been readied to take off near the National Monument (Monas) to take Obama straight to UI.
At least 2,000 protesters are expected to demonstrate on the streets, Police spokesman Sr. Comr. Boy Rafli Amar said.
Two Days In Indonesia: Obama’s Schedule
Tuesday 4:30 p.m. Arrive at Halim Airport in Jakarta on Air Force One.
Proceed to Presidential Palace for official welcoming ceremony (traveling via Outer Ring Road, Semanggi exit, Jl. Jend. Sudirman and Jl. M.H. Thamrin).
Late Afternoon. Meet with President Susilo Bambang Yudhoyono and several Indonesian ministers for bilateral talks. Press conference to follow in Presidential Palace garden.
8:30 p.m. State dinner, followed by transfer to Shangri-La Hotel.
Wednesday 8 a.m. Visit to Istiqlal Mosque for 30-60 minutes, then drive (via Semanggi and Outer Ring Road) to University of Indonesia for a 60-minute visit and speech.
Onward to Kalibata Heroes Cemetery in South Jakarta (via Outer Ring Road) for a brief visit.
Afternoon. Drive to Halim Airport and leave for Seoul for G-20 meeting.
Source: JakartaGlobe.com
Pada Minggu, 21 Maret 2010, AVM HONGKONG COLLEGE (AVM HK) kembali menyelenggarakan Wisuda angkatan ke 2 dengan meluluskan sebanyak 31 wisudawati, pada jenjang pendidikan tingkat profesi, acara yang berlangsung di HONGKONG Communication Art Center, Tin Hau serta di hadiri oleh perwakilan dari universitas Tarumanagara, Jakarta, Dr. Tony Mulya Ph.D serta Direktur AVM HONGKONG COLLEGE, Bapak Andri Vista Medina. Read more